PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SKABIES MELALUI PENINGKATAN SANITASI DAN PERSONAL HYGIENE
DOI:
https://doi.org/10.36984/y2wbkt10Keywords:
penanganan, pencegahan, skabies, sanitasi, persoal hygieneAbstract
Latar Belakang: Andikpas di LPKA Kelas II Bandar Lampung memiliki risiko tinggi penularan skabies akibat hunian padat, sanitasi yang terbatas, dan kurangnya kebersihan diri (personal hygiene). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku hidup bersih untuk menekan angka kejadian skabies.
Metode: Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan: koordinasi dan persiapan materi, skrining gejala skabies, penyuluhan kesehatan interaktif, peningkatan sanitasi lingkungan kamar hunian, serta penanganan kasus melalui pengobatan topikal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test.
Hasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu terdapat peningkatan pemahaman andikpas yang signifikan mengenai pencegahan skabies. Peserta menunjukkan perubahan perilaku nyata, seperti kedisiplinan mandi, rutin mengganti pakaian/sprei, serta tidak lagi berbagi barang pribadi. Kebersihan fasilitas bersama dan kamar hunian juga meningkat secara drastis. Program edukasi berbasis sanitasi dan personal hygiene efektif meningkatkan derajat kesehatan andikpas. Keberlanjutan program memerlukan monitoring berkala dan penguatan peran kader kebersihan di lingkungan LPKA.
References
Agustin, L., & Rahmawati, I. (2020). Efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan skabies di pondok pesantren. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 67-74.
Andalas, M., & Rahmadewi, I. (2019). Karakteristik penderita skabies dan pengobatannya di Puskesmas Padang Pasir. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1), 150-156.
Djuanda, A., Hamzah, M., & Aisah, S. (2017). Ilmu penyakit kulit dan kelamin (7th ed.). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Engelman, D., Yoshizumi, J., Hay, R. J., Osti, M., Micali, G., Norton, S., ... & Romani, L. (2020). The 2020 International Alliance for the Control of Scabies Consensus Criteria for the Diagnosis of Scabies. British Journal of Dermatology, 183(5), 808-820.
Handoko, R. P. (2018). Skabies. In A. Djuanda, M. Hamzah, & S. Aisah (Eds.), Ilmu penyakit kulit dan kelamin (pp. 122-128). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hay, R. J., Johns, N. E., Williams, H. C., Bolliger, I. W., Dellavalle, R. P., Margolis, D. J., ... & Naghavi, M. (2014). The global burden of skin disease in 2010: An analysis of the prevalence and impact of skin conditions. Journal of Investigative Dermatology, 134(6), 1527-1534.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil kesehatan Indonesia tahun 2016. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana skabies. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jakarta: Kemenkes RI.
Lassa, J. A., Kie, J. T., Nuraini, L., & Jauhari, M. I. (2021). Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri pondok pesantren. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 45-52.
Mading, M., Kazwaini, M., & Sopi, I. I. (2015). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Huffadh Tanna Toraja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 6(4), 464-469.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Prihastuti, S., Dharminto, D., & Adi, M. S. (2015). Analisis beberapa faktor risiko kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Kabupaten Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 248-258.
Rahayu, S., & Suryani, D. (2021). Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada lingkungan hunian padat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123-130.
Romani, L., Whitfeld, M. J., Koroivueta, J., Kama, M., Wand, H., Tikoduadua, L., ... & Steer, A. C. (2015). Mass drug administration for scabies control in a population with endemic disease. New England Journal of Medicine, 373(24), 2305-2313.
Sari, D. P., & Putri, R. M. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pencegahan skabies di lingkungan tertutup. Jurnal Keperawatan Komunitas, 5(1), 45-52.
Sungkar, S. (2016). Skabies: Etiologi, patogenesis, pengobatan, pemberantasan, dan pencegahan. eJournal Kedokteran Indonesia, 4(1), 81-86.
Taplin, D., & Meinking, T. L. (2014). Treatment of scabies and pediculosis. In J. D. Thiers (Ed.), Dermatologic therapy (pp. 89-102). New York: Springer.
Widodo, S., & Kusumawati, A. (2017). Hubungan perilaku kebersihan diri dengan kejadian skabies pada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 156-163.
World Health Organization. (2020). Scabies: Epidemiology, control and treatment. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Water, sanitation and hygiene (WASH) in health care facilities. Geneva: WHO.
Yuliana, R., & Handayani, S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada anak di panti asuhan. Jurnal Keperawatan Anak, 7(1), 23-30.







