Pelatihan Pengembangan Aplikasi Digital sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Teknologi Asistif bagi Guru Sekolah Luar Biasa
DOI:
https://doi.org/10.36984/r9agn086Keywords:
kompetensi digital, guru sekolah luar biasa, teknologi asistif, aplikasi digitalAbstract
Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut guru, termasuk guru Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk memiliki kemampuan literasi dan kompetensi digital yang mumpuni agar mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, kenyataannya masih banyak guru SLB yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi asistif secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan media berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru SLB melalui pelatihan pengembangan aplikasi teknologi asistif sederhana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif.
Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan guru terhadap teknologi asistif digital, (2) pelaksanaan pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan learning by doing, (3) pendampingan pengembangan prototipe aplikasi pembelajaran sederhana berbasis Android, dan (4) evaluasi peningkatan kompetensi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan kepala sekolah SLB se-Kota Padang, dengan hasil menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman dan keterampilan digital peserta melalui uji pre-test dan post-test.
Hasil: Hasil post-test menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil pre-test. Selain itu, peserta memiliki pengetahuan baru media pembelajaran menggunakan teknologi asistif berupa aplikasi sederhana yang dapat mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus, seperti media latihan membaca berbasis suara dan visual interaktif.
References
Aini, R. Q., & Setyosari, P. (2020). Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi terhadap motivasi dan hasil belajar siswa tunagrahita ringan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(1), 50–60. https://doi.org/10.17977/um038v8i12020p050
Arsyad, A. (2021). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Azizah, N., & Haryanto, H. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi android untuk siswa tunagrahita. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(3), 203–213. https://doi.org/10.21009/jtp.v22i3.17180
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Panduan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan LLDikti. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. https://dikti.kemdikbud.go.id/kinerja/indikator-kinerja-utama/
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (2016). Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2015–2045: Ringkasan Eksekutif
Kurniawati, F., Minnaert, A., Mangunsong, F., & Ahmed, W. (2017). Teachers’ attitudes and self-efficacy towards inclusive education in Indonesia. International Journal of Inclusive Education, 21(11), 1119–1133. https://doi.org/10.1080/13603116.2017.1325074
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. Paris: UNESCO Publishing.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. https://sdgs.un.org/2030agenda
Wijaya, A. (2024, 8 Juli). Retrospeksi Nawa Cita dan 5 Visi Indonesia Menuju Prospektif Asta Cita: Suatu Keberlanjutan. Monitor Indonesia.







