Pemberian Serbuk Kulit Kayu Manis Terhadap Kadar Glukosa Darah Lansia Dengan Diabetes Mellitus

Main Article Content

Dewi Kurniawati
Dona Amelia
Dini Rani

Abstract

Diabetes melitus adalah kelompok penyakit metabolik dikarakteristikan dengan tingginya kadar glukosa didalam darah (hiperglikemia). Cara pencegahan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah melalui pengobatan non farmakologi yang salah satunya dengan pemberian serbuk kulit kayu manis.Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar glukosa dalam darah dengan pemberian serbuk kulit kayu manis  terhadap penderita DM tipe II pada lansia. Jenis penelitian adalah  Quasi eksperimen  dengan metode pendekatan one group pre test-post test with control design. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang responden lansia serta kadar glukosa darah puasa responden > 100 mg/dL, tiap sampel diberikan serbuk kulit kayu manis sebanyak 1 gr selama 7 hari. Kadar glukosa darah diperiksa 2 kali pada kelompok kontrol dan 2 kali pada kelompok intervensi. Penelitian ini menggunakan analisis paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar glukosa darah puasa penderita DM tipe II yang signifikan pada kelompok inetervensi dengan nilai p=0,001. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk kulit kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan diabetes mellitus.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kurniawati, D., Amelia, D., & Rani, D. (2022). Pemberian Serbuk Kulit Kayu Manis Terhadap Kadar Glukosa Darah Lansia Dengan Diabetes Mellitus. JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR, 5(1), 1-5. https://doi.org/10.36984/jkm.v5i1.211
Section
Articles

References

Ahmad Baequny, Mardi Hartono, A. S. H. (2015). EFEK PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 1, 89–96.
American Diabetes Association. (2015). Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus.
Emilda Emilda. (2018). EFEK SENYAWA BIOAKTIF KAYU MANIS Cinnamomum burmanii NEES EX.BL.) TERHADAP DIABETES MELITUS: KAJIAN PUSTAKA. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 5(1).
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 4, 93–101.
IDF. (2015). Diabetes Atlas (Seventh Edition).
Khasanah, Lia Umi and Anandito, R. Baskara Katri and Utami, R. (2012). (2012). Mengangkat Potensi Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) sebagai Flavor Eksotis melalui Sistem Pengolahan Terintegrasi. 5(1).
PERKENI. (2015). Perkumpulan Endokrinologi Indonesia .Konsesus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia2015.
Prettika Juhan Arini, M. A. (2016). PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUBUK KAYU MANIS. Journal of Nutrition College, 5(3).
Riskesdas. (2013). riset kesehatan dasar riskesdas.