Pengaruh Relaksasi Dzikir terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Haemodialisa

Main Article Content

Yossi Fitrina
Aulia Putri
Sri Hartuti

Abstract

ABSTRAK


 


Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis akan mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai stressor, diantaranya pengalaman nyeri pada daerah penusukan saat memulai hemodialisis, masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan masalah pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, depresi akibat penyakit kronis serta ketakutan terhadap kematian. Salah satu strategi efektif untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan teknik relaksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh relaksasi dzikir terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani Haemodialisa RSUD Sawahlunto. Metode penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pretest posttest design one group, Penelitian dilakukan di ruangan Haemodialisa RSUD Sawahlunto pada bulan Juli-Agustus 2021. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling, dengan jumlah sampel 25 orang. Kecemasan pasien sebelum dilakukan intervensi lebih dari separuh responden memiliki kecemasan tingkat sedang berjumlah 14 orang (56%). kecemasan responden setelah dilakukan intervensi adalah lebih separuh responden memiliki kecemasan tingkat sedang berjumlah 15 orang (60%). Hasil uji t didapatkan nilai sig = 0,00, artinya terdapat pengaruh terapi dzikir terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani haemodialisa di RSUD Sawahlunto tahun 2021. Diharapkan hasil penelitian ini bisa membantu pasien haemodialisa untuk mengatasi kecemasan dan bisa meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya di ruangan haemodialisa RSUD Sawahlunto.


ABSTRACT


 


Chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis will experience anxiety caused by various stressors, including the experience of pain in the stabbing area when starting hemodialysis, financial problems, difficulty in maintaining work problems, lost sex drive, depression due to chronic illness and fear of death. One effective strategy to overcome anxiety is relaxation techniques. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of relaxation of dhikr on the level of anxiety of patients undergoing hemodialysis at Sawahlunto Hospital. Quasi-experimental research method with one group pretest posttest design. The study was conducted in the Haemodialisa room at Sawahlunto Hospital in July-August 2021. The sampling technique was non-probability sampling, with a sample size of 25 people. the anxiety of patients before the intervention was carried out more than half of the respondents had moderate levels of anxiety amounting to 14 people (56%). Respondents' anxiety after the intervention was more than half of respondents who had moderate levels of anxiety amounting to 15 people (60%). The results of the t-test obtained a value of sig = 0.00, meaning that there is an effect of dhikr therapy on the anxiety level of patients undergoing hemodialysis at the Sawahlunto Hospital in 2021. It is hoped that the results of this study can help hemodialysis patients to overcome anxiety and can improve nursing services, especially in the hemodialysis room at the RSUD Sawahlunto.


 


 


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fitrina, Y., Putri, A., & Hartuti, S. (2022). Pengaruh Relaksasi Dzikir terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Haemodialisa. JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR, 5(1), 107-114. https://doi.org/10.36984/jkm.v5i1.285
Section
Articles

References

REFERENSI
Abdillah. (2017). Pengaruh bimbingan zikir terhadap tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani haemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Naskah Publikasi.
Alam, S & Hadibroto, I. (2012). Gagal Ginjal. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.
A. Aziz Hidayat. (2011). Metode penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Basuki B Purnomo. (2013). Dasar-Dasar Urologi. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Brunner & Suddarth. (2014). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Volume 2. Jakarta: EGC.
Dewi. (2015). Hubungan Lamanya Hemodialisa Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta.
Depkes. (2017). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Penyakit Ginjal Kronis.
Fatayati, D. (2011). Kualitas hidup penderita gagal ginjal yang menjalani terapi CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) di wilayah Balikpapan Kalimantan Timur. FKIK (Ilmu Keperawatan), 4(4).
Fresenius Medical Care. (2014). ESRD Patient in 2013 : A Global Perspective. Jerman:
Ganong, William F. (2003). Fisiologi Saraf & Sel Otot. Dalam H. M. Djauhari Widjajakusumah: Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 20. Jakarta: EGC
Guyton A.C., Hall, J.E. (2013). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC.
Junqueira LC, Carneiro J. (2012). Histologi Dasar. Edisi 10. Jakarta: EGC.
Kaplan & Sadock. (2015). Synopsis Of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical/Psychiatry-Eleventh Edition.
Keith, M., Agur, A. (2012). Anatomi Klinik Dasar. Jakarta : Hipokrates.
Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kemenkes RI. (2019). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kusumawati, F., Hartono, Y. (2011). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka.
Nurmasiyah. (2020). Literature Review pengaruh terapi relaksasi zikir terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani haemodialisa. Skripsi Universitas Muhammadiyah Pekalongan.
Luana, et al. (2012). Kecemasan Pada Penderita Penyakit Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di RS Universitas Kristen Indonesia, Media Medika Indonesia, 46 (3).
Muttaqin, Sari. (2011). Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. Salemba Medika, Jakarta.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka.
Patimah. (2015). Pengaruh Relaksasi Dzikir terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa. Skripsi.
Potter, P.A & Perry A.G. (2012). Fundamental of Nursing. Jakarta: EGC.
Price, Wilson. (2012). Patofisiologi Vol 2 ; Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. Jakarta.
Setiyani. (2018). Pengaruh Terapi Relaksasi Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Hipertensi. Skripsi.
Siti. (2017). Pengaruh relaksasi dzikir asmaul husna terhadap tingkat stress pasien yang menjalani haemodialisa. Skripsi.
Stuart, Gail W. (2016). Keperawatan Kesehatan Jiwa: Indonesia: Elsever.
Tandi, M., Mongan. A., & Manoppo, F. (2014). Hubungan antara Derajat Penyakit Ginjal Kronik dengan Nilai Agregasi Trombosit di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. eBiomedik, Vol. 2 no. 2.
Tanvir, S; Butt, Ghias-ud-Din & Taj, R. (2013). Prevalence of Depression and Anxiety in Chronic Kidney Disease Patients on Hemodialysis. Ann. Pak. Inst. Med. Sci. 2013; 9(2) : 64-67.
Tokala, B. F. (2015). Hubungan Antara Lamanya Menjalani Hemodialisis Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik Di Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal e-Clinic (eCl), 3.
Wahyuni, Winda, I., & Sofyan, I. (2014). Korelasi Penambahan Berat Badan Diantara Dua Waktu Dialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Menjalani Hemodialisa
Widyastuti, R. (2014). Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Arifin Achamad.
Yuliana. (2015). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Terapi Hemodialisis Di Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta.